Lewati navigasi
Cloud & infrastruktur untuk bisnis IndonesiaDESIGN PREVIEW / DATA DUMMY
cakracloud
← Semua panduan

PANDUAN / INSTALASI WORDPRESS

Cara Membuat Blog WordPress dari Nol: Panduan Gratis dan Self-Hosted

Panduan cara membuat blog WordPress dari nol. Pahami jalur gratis di WordPress.com dan jalur self-hosted di hosting sendiri, lalu ikuti langkah awalnya.

Membuat blog WordPress dari nol sering terasa rumit karena banyak istilah muncul sekaligus, seperti domain, hosting, database, tema, dan plugin. Banyak pemula berhenti di tengah jalan karena tidak tahu harus mulai dari mana. Panduan ini dimulai dari keputusan paling awal, yaitu memilih jalur yang sesuai dengan kebutuhan Anda.

Jawaban singkatnya, ada dua jalur utama. Jalur pertama adalah membuat blog gratis di WordPress.com, tanpa perlu menyewa hosting sendiri. Jalur kedua adalah memasang WordPress di hosting sendiri (self-hosted), yang memberi kendali lebih besar atas situs tetapi juga menuntut tanggung jawab teknis lebih banyak. Setelah kedua jalur dijelaskan, artikel ini memandu pengaturan awal, serta hal dasar tentang keamanan dan backup.

Mengenal dua jalur: gratis dan self-hosted

WordPress dikenal dalam dua bentuk. WordPress.com adalah layanan yang dikelola oleh Automattic. Anda cukup mendaftar dan membuat situs, sementara server dan sebagian pengelolaan teknisnya ditangani penyedia. WordPress.org adalah perangkat lunak open source yang bisa diunduh gratis, lalu dipasang di hosting yang Anda pilih sendiri. Perbedaan kedua bentuk ini dibahas lebih lengkap di perbedaan WordPress.com dan WordPress.org.

Jalur gratis cocok untuk blog pribadi, catatan hobi, atau uji coba menulis. Jalur self-hosted lebih cocok untuk bisnis, toko online, atau blog yang ingin bebas memasang tema dan plugin sesuai kebutuhan. Perlu dicatat bahwa paket dasar WordPress.com memang tidak dikenai biaya, tetapi fitur dan batasannya bisa berbeda dengan paket berbayar. Keterangan terbaru sebaiknya dicek langsung di situs resmi WordPress.com.

Jalur 1: membuat blog gratis di WordPress.com

Langkah umum di jalur ini adalah sebagai berikut.

  1. Buka situs resmi WordPress.com, lalu pilih opsi untuk mendaftar atau membuat situs baru.
  2. Isi alamat email dan buat kata sandi yang kuat. Lakukan verifikasi email jika diminta.
  3. Pilih paket gratis pada tahap pemilihan paket. Baca dulu keterangan fitur dan batasannya.
  4. Tentukan nama situs dan alamatnya. Pada paket gratis, alamat biasanya berbentuk subdomain, misalnya nama-anda.wordpress.com. Pilih nama yang mudah diingat dan sesuai topik blog.
  5. Pilih tema dari galeri tema, lalu mulai menulis tulisan pertama dari dasbor.

Kelebihan jalur ini adalah kemudahannya. Anda tidak perlu mengurus server, database, atau proses instalasi. Keterbatasannya ada pada kontrol. Pemasangan plugin tertentu, kustomisasi kode, dan penggunaan domain sendiri bergantung pada paket yang dipilih. Jika ingin memakai domain sendiri, periksa dulu apakah paket Anda mendukungnya.

Jalur 2: memasang WordPress di hosting sendiri

Jalur self-hosted membutuhkan beberapa komponen berikut.

  • Domain, yaitu alamat website seperti namaanda.co.id. Domain dibeli dari registrar, lalu diarahkan ke hosting melalui pengaturan DNS.
  • Hosting, yaitu ruang di server yang menyimpan file website dan menjalankan PHP serta database. Jenis hosting yang paling sesuai bergantung pada ukuran dan kebutuhan situs. Perbandingan konsep dasarnya bisa dibaca di cloud hosting atau VPS.
  • Database MySQL atau MariaDB, tempat WordPress menyimpan tulisan, pengaturan, dan data pengguna.
  • Alamat email, untuk notifikasi dan pemulihan akun.

Persyaratan PHP dan database mengikuti versi WordPress yang dirilis. Karena itu, periksa halaman persyaratan resmi di WordPress.org sebelum memilih hosting. Detail seperti versi PHP yang tersedia, cara membuat database, dan lokasi menu di panel bergantung pada penyedia hosting. Tanyakan langsung kepada support penyedia Anda untuk memastikannya.

Jika belum memiliki hosting, halaman cloud hosting dan VPS cloud dapat menjadi bahan awal untuk memahami pilihannya. Jika Anda tidak ingin mengurus server sendiri, managed server menjelaskan model layanan ketika sebagian pekerjaan teknisnya ditangani penyedia.

Memasang WordPress: dua cara utama

Cara otomatis dari panel hosting

Banyak penyedia hosting menyediakan installer otomatis di panel, misalnya di cPanel. Cara ini paling disarankan untuk pemula karena database dan file konfigurasi dibuat secara otomatis. Secara umum, Anda masuk ke panel, mencari bagian installer aplikasi atau WordPress, memilih domain tujuan, lalu mengisi judul situs dan akun admin. Panduan lengkapnya ada di cara install WordPress di cPanel.

Nama menu di setiap panel bisa berbeda, jadi sesuaikan dengan tampilan panel milik Anda.

Cara manual

Cara manual memberi pemahaman yang lebih dalam tentang cara kerja WordPress. Langkah umumnya sebagai berikut.

  1. Unduh paket WordPress terbaru dari WordPress.org.
  2. Buat database dan pengguna database di panel hosting. Catat nama database, nama pengguna, dan kata sandinya.
  3. Unggah file WordPress ke folder publik domain Anda, yang biasanya bernama public_html, melalui File Manager atau FTP/SFTP.
  4. Salin file contoh konfigurasi menjadi wp-config.php, lalu isi detail database tadi. Jika ragu, gunakan installer otomatis saja.
  5. Buka domain Anda di peramban. WordPress akan menampilkan halaman instalasi.
  6. Isi formulir yang tersedia: Site Title (judul situs), Username dan Password untuk akun admin, Email, serta pilihan Search engine visibility. Biarkan opsi yang meminta mesin pencari tidak mengindeks situs tetap aktif selama situs belum siap dilihat publik.

Setelah instalasi selesai, simpan kata sandi admin di tempat yang aman dan jangan membagikannya kepada orang yang tidak perlu mengelola situs.

Pengaturan awal setelah instalasi

Setelah berhasil masuk ke dasbor WordPress, lakukan beberapa pengaturan berikut.

  • Permalink. Buka menu Settings, lalu Permalinks, dan pilih struktur Post name agar alamat artikel mudah dibaca. Simpan perubahan.
  • Judul dan deskripsi situs. Atur di Settings, lalu General.
  • Tema. Pilih tema dari Appearance, lalu Themes. Pilih tema yang ringan, responsif di ponsel, dan masih dikembangkan pembuatnya.
  • Plugin seperlunya. Pasang hanya plugin yang benar-benar dibutuhkan dan hapus yang tidak dipakai. Semakin banyak plugin, semakin besar kemungkinan konflik dan beban situs.
  • Halaman dasar. Buat halaman Tentang dan Kontak. Halaman ini membantu pembaca dan mesin pencari memahami siapa pengelola blog tersebut.
  • Tulisan pertama. Buat tulisan dari menu Posts, lalu Add New. Simpan sebagai draf, periksa kembali, baru kemudian publikasikan.

Keamanan dan backup dasar

Blog yang baru dibuat tetap perlu dijaga. Gunakan kata sandi admin yang kuat dan unik, aktifkan pembaruan untuk WordPress, tema, dan plugin, serta batasi jumlah akun admin. Pasang sertifikat SSL agar alamat situs memakai HTTPS. Sebagian penyedia menyediakannya secara otomatis, tetapi detail pemasangannya bergantung pada penyedia hosting.

Pembagian tanggung jawab perlu dipahami sejak awal. Pada jalur WordPress.com, sebagian besar pengelolaan server ditangani penyedia. Pada jalur self-hosted, pembaruan perangkat lunak, kata sandi, dan backup menjadi tanggung jawab Anda, kecuali penyedia hosting menawarkan layanan tambahan untuk hal tersebut.

Backup juga penting sejak hari pertama. Aturan 3-2-1 menyarankan tiga salinan data, disimpan pada dua media berbeda, dengan satu salinan di lokasi terpisah. Penjelasannya ada di panduan backup website 3-2-1. Pemahaman tentang uptime dan SLA juga berguna sebelum memilih hosting, dan dibahas di uptime dan SLA hosting.

Ringkasnya

Membuat blog WordPress dari nol dimulai dengan satu keputusan: jalur gratis di WordPress.com atau jalur self-hosted di hosting sendiri. Jika ingin cepat dan tidak ingin mengurus server, mulailah dari WordPress.com. Jika ingin kendali penuh, siapkan domain dan hosting, lalu pasang WordPress melalui installer di panel. Setelah itu, atur permalink, pilih tema, buat halaman Tentang dan Kontak, dan jadwalkan backup secara rutin.

Langkah berikutnya yang paling praktis adalah memutuskan jalur Anda, lalu menyiapkan domain atau akun WordPress.com. Jika Anda masih ragu memilih jalur atau membutuhkan bantuan memasang WordPress di hosting, silakan hubungi kami.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apakah blog WordPress gratis benar-benar tanpa biaya?

Paket dasar WordPress.com dapat dipakai tanpa biaya, tetapi biasanya ada batasan fitur, alamat subdomain, dan kemungkinan tampilan iklan. Jika ingin memakai domain sendiri atau plugin tertentu, Anda perlu memeriksa paket yang tersedia di situs resmi. Pada jalur self-hosted, perangkat lunak WordPress gratis, tetapi domain dan hosting umumnya berbayar. Besaran biayanya bergantung pada penyedia yang Anda pilih.

Apakah saya harus belajar coding untuk membuat blog WordPress?

Tidak harus. Untuk membuat dan mengelola blog, Anda cukup memahami dasbor, cara menulis, dan pengaturan dasar. Pengetahuan HTML, CSS, atau PHP baru dibutuhkan jika Anda ingin mengubah tampilan atau fungsi secara mendalam. Mulailah dengan tema dan plugin yang sederhana.

Berapa lama proses membuat blog WordPress dari nol?

Waktunya bergantung pada jalur dan pengalaman Anda. Membuat situs di WordPress.com umumnya selesai lebih cepat, sedangkan instalasi di hosting sendiri bisa memakan waktu lebih lama. Hal ini terutama terjadi jika domain baru diarahkan ke hosting, karena perubahan DNS membutuhkan waktu untuk berlaku. Menyiapkan pengaturan dasar dengan benar sejak awal akan menghemat waktu di kemudian hari.

Apakah blog bisa dipindahkan dari WordPress.com ke hosting sendiri nanti?

Bisa, tetapi prosesnya perlu direncanakan. Anda perlu mengekspor konten, memindahkan media, dan memastikan tautan serta pengaturan permalink tetap berfungsi. Gambaran langkah umumnya dibahas di checklist migrasi website. Detail teknisnya, termasuk kemungkinan batasan dari paket gratis, sebaiknya dicek pada dokumentasi resmi atau dibicarakan dengan support penyedia hosting.

CAKRACLOUD / PANDUANJelajahi panduan lainnya ↗